Rabu, 12 Desember 2012

MiD Pengantar Pendidikan


1.   Apa manfaat yang saudara dapatkan dari mempelajari hakikat manusia, jelaskan beserta contoh!
ð  Kita sebagai manusia hendaknya menjadi manusia sebenarnya dengan mengembangkan kepribadian yang baik dan mengembangkah laku yang baik sesuai atura yang ditempatkan
Contobihnya: bila manusia hanya mempunyai sebuah kaki, tetapi otaknya masih dapat berpikir normal, maka yang bersangkutan masih di anggap sebagai manusia yang layak. Sebaliknya walaupun seorang manusia memiliki sebuah kaki dua buah tangan tetapi tidak dapat berpikir normal, maka yang bersangkutan tidak dapat di pandang sebagai manusia yang layak, sebab ia tidak mampu bertukar pikiran dengan orang lain. Oleh sebab itu, kita sebagai manusia harus bisa memanfaatkan dengan baik akal dan pikiran kita supaya kita bisa menjadi manusia yang seutuhnya (manusia sempurna).


2.   Menurut pandangan Psikoanalitik bahwa secara hakiki kepribadian manusia terdiri dari tiga komponen yaitu id,ego dan superego,jelaskan ketiga hal ini beserta contoh!
*      ID
Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia, atau disebut juga pusat insting (hawa hafsu). Ada insting yang dominan yaitu Libido yaitu insting reproduktif untuk tujuan-tujuan konstruktif insting ini juga disebut juga insting kehidupan/eros misalnya dorongan seksual dll dan Thanatos yaitu insting destruktif dan agresif atau insting ini disebut juga insting kematian. Id adalah tabiat Hewani manusia yang bergerak bedasarkan kesenangan semata dan besifat egoistis walaupun Id dapat melahirkan keinginan tetapi ia tidak dapat memuaskan keinginannya.

*      EGO
Ego berfungsi menjembatani tuntutan-tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas. Contohnya seseorang lebih mendekatkan diri kepada tuhannya untuk mengontrol ID dalam dirinya


*      SUPEREGO
Superego adalah “polisi kepribadian” yang mewakili dunia ideal. Superego adalah inti nurani (conscience) yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan cultural masyarakatnya.
Ia memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar.
contohnya: orang yang selalu berpikir sebelum melakukan sesuatu dan ia memikirkan apa dampak dari perbuatan yg ia lakukan itu.
Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id), komponen psikologis (ego), dan komponen sosial (superego) dan kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis yaitu apabila ke tiga subsistem itu terbentuk secara baik tanpa ada salah satu sisi yang lebih dominan. Contohnya Nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku di masyarakat.
3.   Jelaskan beserta contoh kekuatan dan keterbatasan pandangan behavioristik!
ð  Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap intropeksionisme (yang menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subyektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme ingin menganalisa hanya perilaku yang nampak saja, behaviorisme lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia  kecuali instink adalah hasil belajar. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui sebagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan.
jadi kekuatan dan keterbatasan pandangan behavioristik berada pada lingkungan.
ð  Kelemahan Teori Behavioristik
a) Hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati
b) Kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri
      c) Pebelajar berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif
d) Pebelajar atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat
e) Kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar
ð  Kelebihan Teori Behavioristik
Sesuai untuk perolehan kemampuan yang membutuhkan praktik dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflex.

ð  Contohnya para nabi keberadaanya, merubah kondisi lingkungan dan banyak menentang kondisi yang ada. Nabi Ibrahim, berada dalam lingkungan orang berbuat dan penyembah patung. Ibrahim tidak larut pada kondisi yang ada, tetapi sebaliknya dengan bijaksana merubah sesuai dengan yang dituntut oleh sang khaliq sebagai pencipta alam ini. Secara real nya, masyarakat yang ada menyembah patung, sedangkan Ibrahim berusaha mencari atau menemukan penciptanya juga mengabdi kepadanya. Dengan kata lain tidak selamanya kondisi lingkungan sebagai penentu tingkah laku atau kejiwaan manusia.



4.   Jelaskan keempat dimensi manusia yang harus dikembangkan secara serasi,seimbang serta berkelanjutan! Serta jelaskanlah bagaimana yang dikatakan manusia Indonesia seutuhnya
a.       Dimensi Keindividualan
·          Banyak ahli berpendapat tentang individu :
©      Lysen mengertikan individu sebagai “orang seorang”, sesuatu yang merupakan kebutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in divide).
©      Langeveld M.J (1995), mengertikan tidak ada individu yang identik dimuka bumi walaupun berasal dari satu sel. Setiap orang memiliki individualitas.
·          Kecendrungan perbedaan ini sudah berkembang sejak usia dini. Selanjutnya berkembang bahwa setiap anak memiliki pilihan, sikap kemampuan, bakat minat yang berbeda.
·          Keberadaan tersebut bersifat potensial perlu ditumbuh kembangkan melalui pendidikan juka tidak ia akan laten dalam pembentukan kepribadian yang bersifat unik dalam menentukan dirinya sendiri.
b.               Dimensi Kesosialan
·          Manusia disamping sebagai mahluk individual, dia juga mahluk sosial. Socrates mengatakan manusia adalah “Zoon Politicon” (Mahluk/hewan yang bermasyarakat).
·          Dimensi kesosialan pada manusia tampak jelas pada dorongan untuk bergaul manusia tidak dapat hidup seorang diri (terisolir). Manusia hanya akan menjadi manusia jika berada di antara manusia. Individualitas manusia terbentuk melalui proses interaksi (pendidikan).
c.   Dimensi Kesusilaan
·          Manusia adalah mahluk susila. Dritarkara mengatakan manusia susila, yaitu manusia yang memiliki nilai-nilai, menghayati, dan mewujudkan dalam perbuatan.
·          Nilai-nilai adalah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia, mengandung makna kebaikan, keluhuran kemuliaan dan dijadikan pedoman hidup.
·          Pendidikan kesusilaan berarti menanamkan kesediaan memikil kewajiban disamping hak.
d.   Dimensi Keberagaman
·          Manusia adalah mahluk religius. Sejak zaman dahulu nenek moyang manusiameyakini akan adanya kekuatan supranatural yang menguasai hidup alam semesta ini. Untuk mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan kekuatan tersebut ditempuh dengan ritual agama.
·          Beragama merupakan kebutuhan manusia, karena manusia adalah mahluk yang lemah memerlukan tempay bertopang demi keselamatan hidupnya. Agama sebagai sandaran vertikal manusia.
·          Penanaman sikap dan kebiasaan beragama dimulai sedini mungkin, yang melaksanakan dikeluarga dan dilanjutkan melalui pemberian pendidikan agama di sekolah.    
Manusia dikatakan seutuhnya adalah manusia yang hidup secara serasi, selaras dan seimbang antara kehidupan jasmaniah dan rohaniah, individual dan kemasyarakatan serta kehidupan dunia dan akhiratnya.



5.   Dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan menggunakan pendekatan sistem, apa maksudnya?
ð  Pendekatan sistem merupakan aplikasi pandangan sistem (system view or system thinking) dalam upaya memahami sesuatu atau memecahkan suatu permasalahan. Apabila kita mengaplikasikan pendekatan sistem dalam mempelajari pendidikan, maka dapat  didefinisikan bahwa pendidikan adalah suatu keseluruhan yang terpadu dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Input sistem pendidikan dibedakan dalam tiga jenis, yaitu:
  1. Input mentah (raw input), yaitu peserta didik.
  2. Input alat (instrumental input) seperti: kurikulum, pendidik, dll.
  3. Input lingkungan (environmental input) seperti: keadaan cuaca, situasi keamanan masyarakat dll. yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi proses pendidikan.
 Berbagai jenis input pendidikan terseleksi sebagaimana dikemukakan di atas, selanjutnya  akan membentuk komponen-komponen pendidikan atau berbagai sub sistem pendidikan. Dalam hal ini dilakukan diferensiasi sehingga setiap komponen memiliki fungsi-fungsi khusus. Namun demikian, karena pendidikan adalah suatu sistem, maka pelaksanaan fungsi setiap komponen pendidikan secara keseluruhan diarahkan demi pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

6.   Jelaskanlah bagaimana pendapat saudara tentang konsep pendidikan yang diterapkan di Indonesia saat ini!
ð  Menurut saya konsep pendidikan saat sekarang ini kurang bagus, pendidikan Indonesia lebih menerapkan system menghafal daripada memahami. Di Indonesia lebih menghargai dan menganggap nilai dan rangking sebagai prestise. Dan hal itu menjadi tolak ukur dari seseorang daripada memperhatikan kualitas yang sebenarnya dari seseorang tersebut.

7.   Jelaskan pendapat saudara mengenai perubahan-perubahan atau penyempurnaan kurikulum yang ada di Indonesia,apakah menurut saudara hal ini sudah mampu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia saat ini!
ð  Tidak, menurut saya malah perubahan-perubahan atau penyempurnaan kurikulum di Indonesia membuat system pendidikan di Indonesia menjadi kacau. Belum rampung  dan tercapainya tujuan  kurikulum yang dibuat oleh dinas pendidikan suatu periode sudah dig anti saja dengan kurikulum baru yang di buat oleh dinas pendidikan baru pula.

8.   Jelaskanlah tiga lingkungan pendidikan dan bagaimana keterkaitan anatar ketiganya!
    Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama karena manusia pertama kalinya memperoleh pendidikan di lingkungan ini sebelum mengenal lingkungan yang lain. Selain itu manusia mengalami proses pendidikan sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan. Pendidikan keluarga dapat dibagi menjadi dua yaitu:
        - pendidikan prenatal (pendidikan dalam kandungan)
        - pendidikan postnatal (pendidikan setelah lahir)
Dasar tanggung jawab keluarga terhadap pendidikan meliputi:
          - Motivasi cinta kasih yang menjiwai hubungan orangtua dengan anaknya.
          - Motivasi kewajiban moral orangtua terhadap anak.
          - Tanggung jawab sosial sebagai bagian dari keluarga.
2. Lingkungan sekolah               
Karena perkembangan peradaban manusia, orang tidak mampu lagi untuk mendidik anaknya. Pada masyarakat yang semakin komplek, anak perlu persiapan khusus untuk mencapai masa dewasa. Persiapan ini perlu waktu, tempat dan proses yang khusus. Dengan demikian orang perlu lembaga tertentu untuk menggantikan sebagian fungsinya sebagai pendidik. Lembaga ini disebut sekolah.
Dasar tanggung jawab sekolah akan pendidikan meliputi:
        - tanggung jawab formal kelembagaan
        - tanggung jawab keilmuan
        - tanggung jawab fungsional


3. Lingkungan masyarakat
    Ada 5 pranata sosial (social institutions) yang terdapat di dalam lingkungan sosial yaitu:
    - pranata pendidikan         = bertugas dalam upaya sosialisasi
    - pranata ekonomi             = bertugas mengatur upaya pemenuhan kemakmuran
    - pranata politik                 = bertugas menciptakan integritas dan stabilitas masyarakat
    - pranata teknologi            = bertugas menciptakan teknik untuk mempermudah manusia
    - pranata moral dan etika  = bertugas mengurusi nilai dan penyikapan dalam pergaulan masyarakat
=>  Antara ketika lingkungan tersebut harus saling terkait, ia harus saling bekerjasama serta ketiganya mempunyai hubungan timbale-balik. Apabila salah satu lingkungan tersebut tidak ada maka tujuan dari pendidikan itu tidak berjalan dengan semestinya.
9. Jelaskanlah apa upaya yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk membentuk hubungan kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan.
=> Hubungan kerjasama antara sekolah dan keluarga dapat tercipta dengan cara melakukan rapat evaluasi siswa antara sekolah dan orang tua yang diadakan oleh sekolah setiap akhir semester atau bahkan tiga bulan sekali.
=> Hubungan kerjasama antara sekolah dan masyarakat dapat tercipta dengan cara, sekolah mengadakan kemah bakti siswa ke suatu daerah dalam rangka membantu dan mendapatkan pengetahuan baru dari lingkungan masyarakat tersebut.
10. Aliran Empirisme disebut dengan aliran yang optimis dan nativisme disebut aliran pesimis,mengapa demmikian,jelaskan!
=> Menurut konsepsi emperisme ini pendidikan adalah maha kuasa dalam membentuk anak didik menjadi apa yang di inginkannya. Pendidikan dapat berbuat sekehendak hatinya, seperti ahli patung yg memahat patung dari kayu, batu atau bahan lainnya menurut sesuka hati. Oleh karena iti aliran ini disebut aliran optimis dalam pendidikan.
=> bagi nativisme l.ingkungan sekitar tidak ada artinya, sebab lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangannya, dan pendidikan tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap perkembangan seorang. Pendidikan yang diberikan tidak sesuai dengan pembawaan seseorang, tidak akan ada gunanya untuk perkembangan seseorang. Oleh karena itu aliran ini merupakan aliran Pesimis dalam pendidikan.

11. Bagaimana pengaruh aliran-aliran pendidikan  klasik dan  aliran pendidikan baru dalam penerapan praktek pendidikan saat ini di Indonesia? Berikan contoh masiing-masing!
=> Kini terdapat sejumlah pendapat yang lebih menginginkan agar peserta didik lebih ditempatkan pada posisi yang seharusntya, yakni sebagai manusia yang dapat dididik tapi juga dapat mendidik dirinya sendiri. Hubungan pendidik dengan peserta didik seharusnya adalah hanya setara antara dua pribadi. Hubungan tersebut sesuai dengan asas ing ngarso sung ‘ulodo, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani, serta pendekatan cara belajar siswa aktif  dalam kegiatan ngajar mengajar. Dalam UU RI No 20 th 2003 tentang SISDIKNAS, peran peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, dan kemampuannya itu telah di akui dan di lindungi.
=> Beberapa dari gerakan baru tersebut memusatkan diri pada perbaikan peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar pada system persekolahan seperti pengajaran pada alam sekitar, pengajaran pusat perhatian, sekolah kerja, pengajaran proyek dan sebagainya. Gerakan baru itu umumnya telah memberi kontribusi secara bervariasi terhadap penyelanggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar