1. Apa manfaat yang saudara dapatkan dari
mempelajari hakikat manusia, jelaskan beserta contoh!
ð Kita
sebagai manusia hendaknya menjadi manusia sebenarnya dengan mengembangkan
kepribadian yang baik dan mengembangkah laku yang baik sesuai atura yang
ditempatkan
Contobihnya: bila
manusia hanya mempunyai sebuah kaki, tetapi otaknya masih dapat berpikir
normal, maka yang bersangkutan masih di anggap sebagai manusia yang layak.
Sebaliknya walaupun seorang manusia memiliki sebuah kaki dua buah tangan tetapi
tidak dapat berpikir normal, maka yang bersangkutan tidak dapat di pandang
sebagai manusia yang layak, sebab ia tidak mampu bertukar pikiran dengan orang
lain. Oleh sebab itu, kita sebagai manusia harus bisa memanfaatkan dengan baik
akal dan pikiran kita supaya kita bisa menjadi manusia yang seutuhnya (manusia
sempurna).
2. Menurut pandangan Psikoanalitik bahwa secara
hakiki kepribadian manusia terdiri dari tiga komponen yaitu id,ego dan
superego,jelaskan ketiga hal ini beserta contoh!
Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia, atau disebut juga pusat insting (hawa hafsu). Ada insting yang dominan yaitu Libido yaitu insting reproduktif untuk tujuan-tujuan konstruktif insting ini juga disebut juga insting kehidupan/eros misalnya dorongan seksual dll dan Thanatos yaitu insting destruktif dan agresif atau insting ini disebut juga insting kematian. Id adalah tabiat Hewani manusia yang bergerak bedasarkan kesenangan semata dan besifat egoistis walaupun Id dapat melahirkan keinginan tetapi ia tidak dapat memuaskan keinginannya.
Ego berfungsi menjembatani tuntutan-tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas. Contohnya seseorang lebih mendekatkan diri kepada tuhannya untuk mengontrol ID dalam dirinya
Superego adalah “polisi kepribadian” yang mewakili dunia ideal. Superego adalah inti nurani (conscience) yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan cultural masyarakatnya.
Ia memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar.
contohnya: orang yang selalu berpikir sebelum melakukan sesuatu dan ia memikirkan apa dampak dari perbuatan yg ia lakukan itu.
Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia
merupakan interaksi antara komponen biologis (id), komponen psikologis (ego),
dan komponen sosial (superego) dan kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis
yaitu apabila ke tiga subsistem itu terbentuk secara baik tanpa ada salah satu
sisi yang lebih dominan. Contohnya Nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku di
masyarakat.
3. Jelaskan beserta contoh kekuatan dan keterbatasan
pandangan behavioristik!
ð
Behaviorisme lahir sebagai reaksi
terhadap intropeksionisme (yang menganalisa jiwa manusia berdasarkan
laporan-laporan subyektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara alam bawah
sadar yang tidak tampak). Behaviorisme ingin menganalisa hanya perilaku yang
nampak saja, behaviorisme lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena
menurut mereka seluruh perilaku manusia
kecuali instink adalah hasil belajar. Belajar artinya perubahan perilaku
organisme sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan
apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya
ingin mengetahui sebagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor
lingkungan.
jadi kekuatan dan keterbatasan pandangan behavioristik berada pada lingkungan.
jadi kekuatan dan keterbatasan pandangan behavioristik berada pada lingkungan.
ð
Kelemahan Teori Behavioristik
a) Hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang
dapat diamati
b) Kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi
pebelajar untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya
sendiri
c)
Pebelajar berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif
d) Pebelajar atau orang yang belajar harus
dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara
ketat
e) Kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang
berada di luar diri pebelajar
ð
Kelebihan Teori Behavioristik
Sesuai untuk perolehan kemampuan yang membutuhkan
praktik dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan,
spontanitas, kelenturan, reflex.
ð Contohnya para
nabi keberadaanya, merubah kondisi lingkungan dan banyak menentang kondisi yang
ada. Nabi Ibrahim, berada dalam lingkungan orang berbuat dan penyembah patung.
Ibrahim tidak larut pada kondisi yang ada, tetapi sebaliknya dengan bijaksana
merubah sesuai dengan yang dituntut oleh sang khaliq sebagai pencipta alam ini.
Secara real nya, masyarakat yang ada menyembah patung, sedangkan Ibrahim
berusaha mencari atau menemukan penciptanya juga mengabdi kepadanya. Dengan
kata lain tidak selamanya kondisi lingkungan sebagai penentu tingkah laku atau
kejiwaan manusia.
4. Jelaskan keempat dimensi manusia yang harus
dikembangkan secara serasi,seimbang serta berkelanjutan! Serta jelaskanlah
bagaimana yang dikatakan manusia Indonesia seutuhnya
a.
Dimensi
Keindividualan
·
Banyak ahli
berpendapat tentang individu :
©
Lysen
mengertikan individu sebagai “orang seorang”, sesuatu yang merupakan kebutuhan
yang tidak dapat dibagi-bagi (in divide).
©
Langeveld
M.J (1995), mengertikan tidak ada individu yang identik dimuka bumi walaupun
berasal dari satu sel. Setiap orang memiliki individualitas.
·
Kecendrungan
perbedaan ini sudah berkembang sejak usia dini. Selanjutnya berkembang bahwa
setiap anak memiliki pilihan, sikap kemampuan, bakat minat yang berbeda.
·
Keberadaan
tersebut bersifat potensial perlu ditumbuh kembangkan melalui pendidikan juka tidak
ia akan laten dalam pembentukan kepribadian yang bersifat unik dalam menentukan
dirinya sendiri.
b. Dimensi
Kesosialan
·
Manusia
disamping sebagai mahluk individual, dia juga mahluk sosial. Socrates
mengatakan manusia adalah “Zoon Politicon” (Mahluk/hewan yang bermasyarakat).
·
Dimensi
kesosialan pada manusia tampak jelas pada dorongan untuk bergaul manusia tidak
dapat hidup seorang diri (terisolir). Manusia hanya akan menjadi manusia jika
berada di antara manusia. Individualitas manusia terbentuk melalui proses
interaksi (pendidikan).
c. Dimensi
Kesusilaan
·
Manusia
adalah mahluk susila. Dritarkara mengatakan manusia susila, yaitu manusia yang
memiliki nilai-nilai, menghayati, dan mewujudkan dalam perbuatan.
·
Nilai-nilai
adalah sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia, mengandung makna kebaikan,
keluhuran kemuliaan dan dijadikan pedoman hidup.
·
Pendidikan
kesusilaan berarti menanamkan kesediaan memikil kewajiban disamping hak.
d. Dimensi
Keberagaman
·
Manusia
adalah mahluk religius. Sejak zaman dahulu nenek moyang manusiameyakini akan
adanya kekuatan supranatural yang menguasai hidup alam semesta ini. Untuk
mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan kekuatan tersebut ditempuh dengan
ritual agama.
·
Beragama
merupakan kebutuhan manusia, karena manusia adalah mahluk yang lemah memerlukan
tempay bertopang demi keselamatan hidupnya. Agama sebagai sandaran vertikal
manusia.
·
Penanaman
sikap dan kebiasaan beragama dimulai sedini mungkin, yang melaksanakan
dikeluarga dan dilanjutkan melalui pemberian pendidikan agama di sekolah.
Manusia dikatakan seutuhnya adalah manusia yang
hidup secara serasi, selaras dan seimbang antara kehidupan jasmaniah dan
rohaniah, individual dan kemasyarakatan serta kehidupan dunia dan akhiratnya.
5. Dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan menggunakan
pendekatan sistem, apa maksudnya?
ð Pendekatan sistem merupakan aplikasi
pandangan sistem (system view or system thinking) dalam upaya memahami
sesuatu atau memecahkan suatu permasalahan. Apabila kita mengaplikasikan
pendekatan sistem dalam mempelajari pendidikan, maka dapat didefinisikan
bahwa pendidikan adalah suatu keseluruhan yang terpadu dari sejumlah
komponen yang saling berinteraksi dan melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dalam
rangka mencapai tujuan pendidikan.
Input sistem pendidikan dibedakan
dalam tiga jenis, yaitu:
- Input mentah (raw input), yaitu peserta didik.
- Input alat (instrumental input) seperti: kurikulum, pendidik, dll.
- Input lingkungan (environmental input) seperti: keadaan cuaca, situasi keamanan masyarakat dll. yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi proses pendidikan.
Berbagai jenis input
pendidikan terseleksi sebagaimana dikemukakan di atas, selanjutnya akan
membentuk komponen-komponen pendidikan atau berbagai sub sistem pendidikan.
Dalam hal ini dilakukan diferensiasi sehingga setiap komponen memiliki
fungsi-fungsi khusus. Namun demikian, karena pendidikan adalah suatu sistem,
maka pelaksanaan fungsi setiap komponen pendidikan secara keseluruhan diarahkan
demi pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
6. Jelaskanlah bagaimana pendapat saudara tentang
konsep pendidikan yang diterapkan di Indonesia saat ini!
ð
Menurut saya konsep pendidikan saat sekarang ini
kurang bagus, pendidikan Indonesia lebih menerapkan system menghafal daripada
memahami. Di Indonesia lebih menghargai dan menganggap nilai dan rangking
sebagai prestise. Dan hal itu menjadi tolak ukur dari seseorang daripada
memperhatikan kualitas yang sebenarnya dari seseorang tersebut.
7. Jelaskan pendapat saudara mengenai
perubahan-perubahan atau penyempurnaan kurikulum yang ada di Indonesia,apakah
menurut saudara hal ini sudah mampu untuk meningkatkan mutu pendidikan di
Indonesia saat ini!
ð Tidak, menurut saya malah perubahan-perubahan
atau penyempurnaan kurikulum di Indonesia membuat system pendidikan di
Indonesia menjadi kacau. Belum rampung
dan tercapainya tujuan kurikulum
yang dibuat oleh dinas pendidikan suatu periode sudah dig anti saja dengan
kurikulum baru yang di buat oleh dinas pendidikan baru pula.
8. Jelaskanlah tiga lingkungan pendidikan dan
bagaimana keterkaitan anatar ketiganya!
Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan tempat berlangsungnya
proses pendidikan yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan
pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu:
1.
Lingkungan keluarga
Keluarga
merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama karena manusia pertama
kalinya memperoleh pendidikan di lingkungan ini sebelum mengenal lingkungan
yang lain. Selain itu manusia mengalami proses pendidikan sejak lahir bahkan
sejak dalam kandungan. Pendidikan keluarga dapat dibagi menjadi dua yaitu:
- pendidikan prenatal (pendidikan dalam
kandungan)
- pendidikan postnatal (pendidikan
setelah lahir)
Dasar tanggung jawab keluarga
terhadap pendidikan meliputi:
- Motivasi cinta kasih yang menjiwai
hubungan orangtua dengan anaknya.
- Motivasi kewajiban moral orangtua
terhadap anak.
- Tanggung jawab sosial sebagai bagian
dari keluarga.
2.
Lingkungan sekolah
Karena perkembangan peradaban
manusia, orang tidak mampu lagi untuk mendidik anaknya. Pada masyarakat yang
semakin komplek, anak perlu persiapan khusus untuk mencapai masa dewasa.
Persiapan ini perlu waktu, tempat dan proses yang khusus. Dengan demikian orang
perlu lembaga tertentu untuk menggantikan sebagian fungsinya sebagai pendidik.
Lembaga ini disebut sekolah.
Dasar
tanggung jawab sekolah akan pendidikan meliputi:
- tanggung jawab formal kelembagaan
- tanggung jawab keilmuan
- tanggung jawab fungsional
3.
Lingkungan masyarakat
Ada 5 pranata sosial (social institutions)
yang terdapat di dalam lingkungan sosial yaitu:
- pranata pendidikan = bertugas dalam upaya sosialisasi
- pranata ekonomi = bertugas mengatur upaya pemenuhan kemakmuran
- pranata politik = bertugas menciptakan integritas dan stabilitas
masyarakat
- pranata teknologi = bertugas menciptakan teknik untuk mempermudah manusia
- pranata moral dan etika = bertugas mengurusi nilai dan penyikapan
dalam pergaulan masyarakat
=> Antara ketika lingkungan tersebut harus
saling terkait, ia harus saling bekerjasama serta ketiganya mempunyai hubungan
timbale-balik. Apabila salah satu lingkungan tersebut tidak ada maka tujuan
dari pendidikan itu tidak berjalan dengan semestinya.
9. Jelaskanlah apa upaya yang dapat dilakukan
oleh sekolah untuk membentuk hubungan kerjasama yang baik antara ketiga
lingkungan pendidikan.
=> Hubungan kerjasama antara sekolah dan keluarga dapat tercipta
dengan cara melakukan rapat evaluasi siswa antara sekolah dan orang tua yang
diadakan oleh sekolah setiap akhir semester atau bahkan tiga bulan sekali.
=> Hubungan kerjasama antara sekolah dan masyarakat dapat tercipta
dengan cara, sekolah mengadakan kemah bakti siswa ke suatu daerah dalam rangka
membantu dan mendapatkan pengetahuan baru dari lingkungan masyarakat tersebut.
10. Aliran Empirisme disebut dengan aliran yang
optimis dan nativisme disebut aliran pesimis,mengapa demmikian,jelaskan!
=> Menurut konsepsi emperisme ini pendidikan adalah maha kuasa dalam membentuk anak didik menjadi apa yang di inginkannya. Pendidikan dapat berbuat sekehendak hatinya, seperti ahli patung yg memahat patung dari kayu, batu atau bahan lainnya menurut sesuka hati. Oleh karena iti aliran ini disebut aliran optimis dalam pendidikan.
=> Menurut konsepsi emperisme ini pendidikan adalah maha kuasa dalam membentuk anak didik menjadi apa yang di inginkannya. Pendidikan dapat berbuat sekehendak hatinya, seperti ahli patung yg memahat patung dari kayu, batu atau bahan lainnya menurut sesuka hati. Oleh karena iti aliran ini disebut aliran optimis dalam pendidikan.
=> bagi nativisme
l.ingkungan sekitar tidak ada artinya, sebab lingkungan tidak akan berdaya
dalam mempengaruhi perkembangannya, dan pendidikan tidak akan berpengaruh sama
sekali terhadap perkembangan seorang. Pendidikan yang diberikan tidak sesuai
dengan pembawaan seseorang, tidak akan ada gunanya untuk perkembangan
seseorang. Oleh karena itu aliran ini merupakan aliran Pesimis dalam pendidikan.
11. Bagaimana pengaruh aliran-aliran
pendidikan klasik dan aliran pendidikan baru dalam penerapan
praktek pendidikan saat ini di Indonesia? Berikan contoh masiing-masing!
=> Kini terdapat
sejumlah pendapat yang lebih menginginkan agar peserta didik lebih ditempatkan
pada posisi yang seharusntya, yakni sebagai manusia yang dapat dididik tapi
juga dapat mendidik dirinya sendiri. Hubungan pendidik dengan peserta didik
seharusnya adalah hanya setara antara dua pribadi. Hubungan tersebut sesuai
dengan asas ing ngarso sung ‘ulodo, ing madya mangun karso, dan tut wuri
handayani, serta pendekatan cara belajar siswa aktif dalam kegiatan ngajar mengajar. Dalam UU RI
No 20 th 2003 tentang SISDIKNAS, peran peserta didik dalam mengembangkan bakat,
minat, dan kemampuannya itu telah di akui dan di lindungi.
=> Beberapa dari
gerakan baru tersebut memusatkan diri pada perbaikan peningkatan kualitas
kegiatan belajar mengajar pada system persekolahan seperti pengajaran pada alam
sekitar, pengajaran pusat perhatian, sekolah kerja, pengajaran proyek dan
sebagainya. Gerakan baru itu umumnya telah memberi kontribusi secara bervariasi
terhadap penyelanggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah sekarang ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar