PENDAHULUAN
BAB I
Latar Belakang
Pendidikan
secara umum, merupakan suatu usaha untuk menambah kecakapan, pengertian dan
sikap belajar dan pengalaman yang diperlukan untuk mementingkan kelangsungan
hidup serta mencapai tujuan hidup. Usaha tersebut terdapat baik dalam
masyarakat yang masih terbelakang maupun masyarakat yang sudah maju atau
masyarakat yang sangat maju.
Belajar
mengajar sebagai salah satu proses merupakan suatu sistem yang tidak terlepas
dari komponen-komponen lain yang saling berinteraksi di dalamnya. Salah
satu komponen dalam proses tersebut adalah sumber belajar. Sumber belajar tidak
lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar
mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Olehnya itu dalam desain pengajaran
yang biasa disusun guru terdapat salah satu komponen pengajaran. Begitu juga
pendidik atau guru merupakan seorang fasilitator, yang bertugas memfasilitasi
aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran. Seorang
pendidik harus mampu membangun suasana belajar yang kondusif sehingga siswa
mampu belajar sendiri.
Dewasa
ini khusus di kota Payakumbuh, banyak acara-acara televisi dalam tayangannya
sehingga sangat menyita waktu belajar, acara demi acara tersebut sangat
fantastis dari satu chanel ke chanel yang lain. Semua stasiun televisi bersaing
untuk menampilkan mulai dari film kartun hingga film Hollywood sehingga para
siswa hampir engga untuk menjauhi acara tersebut sehingga banyak tugas-tugas
mereka terabaikan, di lain pihak ada siswa yang memanfaatkan media elektronika
untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah dengan menemukan jawaban yang dapat
dipertanggungjawabkan, tentang kebenaran suatu penelitian ilmiah.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka untuk
mendapatkan kejelasan suatu Karya Ilmiah dan tujuan pembahasan yang hendak
dicapai sehingga penulis dapat merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut
:
1.
Apa pengertian pembelajaran inkuiri ?
2.
Apa srategi pembelajaran inkuiri ?
3.
Apa konsep dasar pembelajaran inkuiri ?
4.
Apa keunggulan dan kelemahan pembelajaran
kooperatif ?
5.
Bagaimana hasil penerapannya di sekolah ?
Tujuan Penulisan
Setiap
aktivitas manusia senantiasa diiringi dengan suatu harapan sebagai kerangka
landasan untuk melangkah lebih jauh dalam membiasakan sesuatu, termasuk membuat
dan menulis suatu karya tulis yang bermutu atau berguna. Harapan tersebut
terkadang manifestasikan yang pada akhirnay dalam suatu tujuan, demikian halnya
dengan penulisan karya ilmiah ini yang sasaran utamanya adalah :
- Untuk mengetahui langkah-langkah penerapan metode pengugasan siswa dalam proses pembelajaran
- Untuk mengetahui efektivitas metode penugasan siswa dalam proses pembelajaran
Manfaat Penulisan
- Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis khususnya dan kepada pembaca pada umumnya serta menambah pemahaman terhadap manfaat dan kegunaan metode penugasan siswa, agar kelak penulis terjun ke dunia pendidikan dalam hal ini sebagai seorang pendidik, dapat memahami dan mengambil manfaat dari metode ini
- Hasil penulisan ini diharapkan menjadi bahan bacaan dalam rangka meningkatkan efektifitas belajar mengajar guna memperoleh hasil yang baik dan mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan bersama.
BAB
II
PEMBAHASAN.
A.
PENGERTIAN
INKUIRI
Inkuiri berasal
dari bahasa Inggris inquiry yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan
mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukannya. Pertanyaan
ilmiah adalah pertanyaan yang dapat mengarahkan pada kegiatan penyelidikan
terhadap objek pertanyaan. Dengan kata lain, inkuiri adalah suatu proses untuk
memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau
eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan
atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis
(Schmidt, 2003). Inkuiri sebenarnya merupakan prosedur yang biasa dilakukan
oleh ilmuwan dan orang dewasa yang memiliki motivasi tinggi dalam upaya
memahami fenomena alam, memperjelas pemahaman, dan menerapkannnya dalam
kehidupan sehari-hari (Hebrank, 2000; Budnitz, 2003; Chiapetta & Adams,
2004).
Secara umum, inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan mengobservasi, merumuskan pertanyaan yang relevan, meng-evaluasi buku dan sumber-sumber informasi lain secara kritis, merencanakan penyelidikan atau investigasi, mereview apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat prediksi dan mengko-munikasikan hasilnya. (Depdikbud, 1997; NRC, 2000). Menurut Hacket, (1998) di dalam Standar Nasional Pendidikan Sains di Amerika Serikat, inkuiri digunakan dalam dua terminologi yaitu sebagai pendekatan pembelajaran (scientific inquiry) oleh guru dan sebagai materi pelajaran sains (science as inquiry) yang harus dipahami dan mampu dilakukan oleh siswa. Sebagai strategi pembelajaran, inkuiri dapat diimplementasikan secara terpadu dengan strategi lain sehingga dapat membantu pengembangan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan melakukan kegiatan inkuiri oleh siswa. Sedangkan sebagai bagian dari materi pelajaran Biologi, inkuiri merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa agar dapat melakukan penyelidikan ilmiah. Sehubungan dengan hal tersebut, Chiapeta & Adams (2004) menyatakan bahwa pemahaman mengenai peranan materi dan proses sains dapat membantu guru menerapkan pembelajaran yang bermula dari pertanyaan atau masalah dengan lebih baik. Fokus dari empat aspek inkuiri dalam pembelajaran sains. Meskipun sudah cukup banyak bukti-bukti yang menunjukkan keunggulan inkuiri sebagai model dan strategi pembelajaran, dewasa ini masih banyak guru yang merasa keberatan atau tidak mau menerapkannya di dalam kelas. Kebanyakan guru dan dosen masih tetap bertahan pada strategi pembelajaran tradisional, karena menganggap inkuiri sebagai suatu strategi pembelajaran yang sulit diterapkan (Straits & Wilke, 2002). Meskipun demikian, di dalam kurikulum 2004 dan standar isi dari BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) juga mencantumkan inkuiri dalam hal ini Metode Ilmiah baik sebagai proses maupun sebagai produk yang diterapkan secara terintegrasi di kelas. Negara lain seperti Amerika Serikat, Standard Nasional Pendidikan Sains (1996), di sana menekankan agar semua pendidik dalam bidang sains pada seluruh jenjang pendidikan untuk menerapkan kegiatan berbasis inkuiri dalam kegiatan pembelajaran khususnya dalam bidang sains.
Secara umum, inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan mengobservasi, merumuskan pertanyaan yang relevan, meng-evaluasi buku dan sumber-sumber informasi lain secara kritis, merencanakan penyelidikan atau investigasi, mereview apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat prediksi dan mengko-munikasikan hasilnya. (Depdikbud, 1997; NRC, 2000). Menurut Hacket, (1998) di dalam Standar Nasional Pendidikan Sains di Amerika Serikat, inkuiri digunakan dalam dua terminologi yaitu sebagai pendekatan pembelajaran (scientific inquiry) oleh guru dan sebagai materi pelajaran sains (science as inquiry) yang harus dipahami dan mampu dilakukan oleh siswa. Sebagai strategi pembelajaran, inkuiri dapat diimplementasikan secara terpadu dengan strategi lain sehingga dapat membantu pengembangan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan melakukan kegiatan inkuiri oleh siswa. Sedangkan sebagai bagian dari materi pelajaran Biologi, inkuiri merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa agar dapat melakukan penyelidikan ilmiah. Sehubungan dengan hal tersebut, Chiapeta & Adams (2004) menyatakan bahwa pemahaman mengenai peranan materi dan proses sains dapat membantu guru menerapkan pembelajaran yang bermula dari pertanyaan atau masalah dengan lebih baik. Fokus dari empat aspek inkuiri dalam pembelajaran sains. Meskipun sudah cukup banyak bukti-bukti yang menunjukkan keunggulan inkuiri sebagai model dan strategi pembelajaran, dewasa ini masih banyak guru yang merasa keberatan atau tidak mau menerapkannya di dalam kelas. Kebanyakan guru dan dosen masih tetap bertahan pada strategi pembelajaran tradisional, karena menganggap inkuiri sebagai suatu strategi pembelajaran yang sulit diterapkan (Straits & Wilke, 2002). Meskipun demikian, di dalam kurikulum 2004 dan standar isi dari BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) juga mencantumkan inkuiri dalam hal ini Metode Ilmiah baik sebagai proses maupun sebagai produk yang diterapkan secara terintegrasi di kelas. Negara lain seperti Amerika Serikat, Standard Nasional Pendidikan Sains (1996), di sana menekankan agar semua pendidik dalam bidang sains pada seluruh jenjang pendidikan untuk menerapkan kegiatan berbasis inkuiri dalam kegiatan pembelajaran khususnya dalam bidang sains.
B. STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI
Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses mencari dan
menemukan. Meteri pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam
strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan
guru berprran sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.
Strategi Pembelajaran inkuiri adalah
rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankankan pada proses berpikir secara
kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu
masalah yang dipertanyakan.Ada beberapa hal yang menjadi cirri utama strategi
Pembelajaran Inkuiri :
1. Strategi
inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan
menemukan.
2. Seluruh
aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban
sendiri dari suatu yang dipertanyakan.
3. Tujuan
dari penggunaan strategi inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara
sistematis,logis dan kritis. Strategi Pembelajaran Inkuri efektif apabila :
· Guru
mengharapka siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang
ingin dipecahkan
· Jika
bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang
sudah jadi,akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
· Jika
proses pembelajaran berangkat dari ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
· Jika
akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemamuan dan kemampuan
berfikir
· Jika
siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
· Jika
guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada
siswa.
Prinsip-Prinsip Penggunaan SPI
Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru,antara lain:
1. Berorientasi
pada pengembangan Intelektual
Tujuan
utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir,dengan
demikian,strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar
juga juga berorientasi pada proses belajar.
2. Prinsip
interaksi
Pembelajaran
sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber
belajar,tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.
3. Prinsipbertanya
Peran
guru yang harus dilakukan dalam SPI adalah guru sebagai penya.Oleh sebab itu
kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.
4. Prinsip
Belajar Untuk Berpikir
Belajar
bukan hanya mengingat sejumlah fakta,akan tetapi belajar adalah proses
berpikir.Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara
maksimal.
5.Prinsip Keterbukaan
Belajar
adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan,segala sesuatu mungkin saja
terjadi.Oleh sebab itu anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai
dengan kemampuan perkembangan logika dan nalarnya.
C. KONSEP DASAR PEMBELAJARAN INKUIRI
1. menekankan pada aktivitas siswa
secara maksimal untuk mencari dan menemukan artinya strategi inkuiri
menempatkan siswa sebagai subjek belajar (siswa: subjek).
- seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri sehingga muncul sikap percaya diri (self belief), menempatkan guru sebagai fasilitator bukan sumber belajar.
- tujuannya: mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis (mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental).
Langkah
Pelaksanaan SPI
Secara umum proses pembelajaran SPI
dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Orientasi
2.
Merumuskan masalah
3.
Mengajukan hipotesis
4.
Mengumpulkan data
5.
Menguji hipotesis
6.
Merumuskan kesimpulan
1, Orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsip.Pada langkah ini guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran.
·
Menjelaskan topic,tujuan dan hasil hasil
belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa,
·
Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang
harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan
·
Menjelaskan pentingnya topic dan
kegiatan belajar
2.Merumuskan masalah, merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu.
Beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam merumuskan masalah:
·
masalah hendaknya dirumuskan sendiri
oleh siswa
·
masalah yang dikaji adalah masalah yang
mengandung teka-teki dan jawabannya pasti
·
konsep-konsep dalam masalah adalah
konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.
3.Merumuskan Hipotesis,adalah
jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.Sebagai jawaban
sementara,hipotesis perlu diuji kebenarannya.
4.Mengumpulkan data, adalah
aktivtas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang
diajukan.
5.Menguji hipotesis, adalah proses
menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi
yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.
6.Merumuskan kesimpulan,proses mendiskripsikan temuan yang diperolah berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
D.
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN DALAM
PEMBELAJARAN INKUIRI
Keunggulan
inkuiri:
- SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
- SPI dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengangayabelajar mereka.
- SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
- Strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata – rata.
Kelemahan
inkuiri:
- Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan selit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
- Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
- Kadang – kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
- Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka SPI akan sukit diimplementasikan oleh setiap guru.
E. HASIL PEMBELAJARAN INKUIRI DI
SEKOLAH
Metode
pembelajaran inkuiri di sekolah guru hanya menjadi fasilitator bagi siswa, dan
siswa yang menjadi objek pembelajaran. Dimana guru yang memberikan masalah,
pemecahan, dan kemudian siswa yang mencarai darimana datangnya pemecahan
masalah tersebut, sehingga memiliki hasil yang pasti.
Metode
ini memiliki sisi positif ataupun negative jika dinilai dari segi siswa. Jika kita mengkaji sisi positif, siswa bisa
berdiskusi dengan teman sebaya jika siswa takut berdiskusi atau meananyakan
sesuatu yang tidak dipahaminya kepada guru.
Namun, jika dinilai dari
sisi negatifnya, system pembelajaran secara berkelompok ini akan mempuat siswa
kebanyakan hanya menggunakan waktu untung berbincang-bincang diluar pelajaran.
Untuk menghindari sisi
negative tersebut, guru tetap berperan dalam proses pembelajaran, dimana guru
tetap mengontrol siswa dengan cara bertanya kepada siswa, sehingga siswa akan
terus berusaha menemukan jawaban.
Sejauh ini siswa sangat
menyukai system pembelajaran seperti ini.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Sistem
Pembelajaran Inkuiri : rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada
proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri
jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Strategi
pembelajaran ini menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Meteri
pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini
adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berprran
sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.
Keunggulan inkuiri:
ü SPI merupakan strategi pembelajaran
yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor
secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih
bermakna
Kelemahan inkuiri:
ü Jika SPI digunakan sebagai strategi
pembelajaran, maka akan selit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa
DAFTAR PUSTAKA
Sanjaya,Wina.2007.Strategi
Pembelajaran Berorientasi Standar Proses pendidikan.Jakarta:Kencana,Prenada
Media Group.
http:www.wikipedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar