Rabu, 12 Desember 2012

Tugas Akhir Strategi Pembelajaran Ekonomi


PENDAHULUAN
BAB I

Latar Belakang
Pendidikan secara umum, merupakan suatu usaha untuk menambah kecakapan, pengertian dan sikap belajar dan pengalaman yang diperlukan untuk mementingkan kelangsungan hidup serta mencapai tujuan hidup. Usaha tersebut terdapat baik dalam masyarakat yang masih terbelakang maupun masyarakat yang sudah maju atau masyarakat yang sangat maju.
Belajar mengajar sebagai salah satu proses merupakan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang  saling berinteraksi di dalamnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut adalah sumber belajar. Sumber belajar tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Olehnya itu dalam desain pengajaran yang biasa disusun guru terdapat salah satu komponen pengajaran. Begitu juga pendidik atau guru merupakan seorang fasilitator, yang bertugas memfasilitasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran. Seorang pendidik harus mampu membangun suasana belajar yang kondusif sehingga siswa mampu belajar sendiri.
Dewasa ini khusus di kota Payakumbuh, banyak acara-acara televisi dalam tayangannya sehingga sangat menyita waktu belajar, acara demi acara tersebut sangat fantastis dari satu chanel ke chanel yang lain. Semua stasiun televisi bersaing untuk menampilkan mulai dari film kartun hingga film Hollywood sehingga para siswa hampir engga untuk menjauhi acara tersebut sehingga banyak tugas-tugas mereka terabaikan, di lain pihak ada siswa yang memanfaatkan media elektronika untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah dengan menemukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan, tentang kebenaran suatu penelitian ilmiah.


Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka untuk mendapatkan kejelasan suatu Karya Ilmiah dan tujuan pembahasan yang hendak dicapai sehingga penulis dapat merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1.      Apa pengertian pembelajaran inkuiri ?
2.      Apa srategi pembelajaran inkuiri ?
3.      Apa konsep dasar pembelajaran inkuiri ?
4.      Apa keunggulan dan kelemahan pembelajaran kooperatif ?
5.      Bagaimana hasil penerapannya di sekolah ?
Tujuan Penulisan
Setiap aktivitas manusia senantiasa diiringi dengan suatu harapan sebagai kerangka landasan untuk melangkah lebih jauh dalam membiasakan sesuatu, termasuk membuat dan menulis suatu  karya tulis yang bermutu atau berguna. Harapan tersebut terkadang manifestasikan yang pada akhirnay dalam suatu tujuan, demikian halnya dengan penulisan karya  ilmiah ini yang sasaran utamanya adalah :
  1. Untuk mengetahui langkah-langkah penerapan metode pengugasan siswa dalam proses pembelajaran
  2. Untuk mengetahui efektivitas metode penugasan siswa dalam proses pembelajaran
Manfaat Penulisan
  1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis khususnya dan kepada pembaca pada umumnya serta menambah pemahaman terhadap manfaat dan kegunaan metode penugasan siswa, agar kelak penulis terjun ke dunia pendidikan dalam hal ini sebagai seorang pendidik, dapat memahami dan mengambil manfaat dari metode ini
  2. Hasil penulisan ini diharapkan menjadi bahan bacaan dalam rangka meningkatkan efektifitas belajar mengajar guna memperoleh hasil yang baik dan mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan bersama.
BAB II
PEMBAHASAN.

A.    PENGERTIAN INKUIRI
Inkuiri berasal dari bahasa Inggris inquiry yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukannya. Pertanyaan ilmiah adalah pertanyaan yang dapat mengarahkan pada kegiatan penyelidikan terhadap objek pertanyaan. Dengan kata lain, inkuiri adalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi dan atau eksperimen untuk mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan logis (Schmidt, 2003). Inkuiri sebenarnya merupakan prosedur yang biasa dilakukan oleh ilmuwan dan orang dewasa yang memiliki motivasi tinggi dalam upaya memahami fenomena alam, memperjelas pemahaman, dan menerapkannnya dalam kehidupan sehari-hari (Hebrank, 2000; Budnitz, 2003; Chiapetta & Adams, 2004).
Secara umum, inkuiri merupakan proses yang bervariasi dan meliputi kegiatan-kegiatan mengobservasi, merumuskan pertanyaan yang relevan, meng-evaluasi buku dan sumber-sumber informasi lain secara kritis, merencanakan penyelidikan atau investigasi, mereview apa yang telah diketahui, melaksanakan percobaan atau eksperimen dengan menggunakan alat untuk memperoleh data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat prediksi dan mengko-munikasikan hasilnya. (Depdikbud, 1997; NRC, 2000). Menurut Hacket, (1998) di dalam Standar Nasional Pendidikan Sains di Amerika Serikat, inkuiri digunakan dalam dua terminologi yaitu sebagai pendekatan pembelajaran (scientific inquiry) oleh guru dan sebagai materi pelajaran sains (science as inquiry) yang harus dipahami dan mampu dilakukan oleh siswa. Sebagai strategi pembelajaran, inkuiri dapat diimplementasikan secara terpadu dengan strategi lain sehingga dapat membantu pengembangan pengetahuan dan pemahaman serta kemampuan melakukan kegiatan inkuiri oleh siswa. Sedangkan sebagai bagian dari materi pelajaran Biologi, inkuiri merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa agar dapat melakukan penyelidikan ilmiah. Sehubungan dengan hal tersebut, Chiapeta & Adams (2004) menyatakan bahwa pemahaman mengenai peranan materi dan proses sains dapat membantu guru menerapkan pembelajaran yang bermula dari pertanyaan atau masalah dengan lebih baik. Fokus dari empat aspek inkuiri dalam pembelajaran sains. Meskipun sudah cukup banyak bukti-bukti yang menunjukkan keunggulan inkuiri sebagai model dan strategi pembelajaran, dewasa ini masih banyak guru yang merasa keberatan atau tidak mau menerapkannya di dalam kelas. Kebanyakan guru dan dosen masih tetap bertahan pada strategi pembelajaran tradisional, karena menganggap inkuiri sebagai suatu strategi pembelajaran yang sulit diterapkan (Straits & Wilke, 2002). Meskipun demikian, di dalam kurikulum 2004 dan standar isi dari BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) juga mencantumkan inkuiri dalam hal ini Metode Ilmiah baik sebagai proses maupun sebagai produk yang diterapkan secara terintegrasi di kelas. Negara lain seperti Amerika Serikat, Standard Nasional Pendidikan Sains (1996), di sana menekankan agar semua pendidik dalam bidang sains pada seluruh jenjang pendidikan untuk menerapkan kegiatan berbasis inkuiri dalam kegiatan pembelajaran khususnya dalam bidang sains.
B.     STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI
Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Meteri pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berprran sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.
 Strategi Pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.Ada beberapa hal yang menjadi cirri utama strategi Pembelajaran Inkuiri :
1.      Strategi inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan.
2.      Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari suatu yang dipertanyakan.
3.      Tujuan dari penggunaan strategi inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis,logis dan kritis. Strategi Pembelajaran Inkuri efektif apabila :
·      Guru mengharapka siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan
·      Jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi,akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian.
·      Jika proses pembelajaran berangkat dari ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
·      Jika akan mengajar pada sekelompok siswa yang rata-rata memiliki kemamuan dan kemampuan berfikir
·      Jika siswa yang belajar tak terlalu banyak sehingga bisa dikendalikan oleh guru.
·      Jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.

Prinsip-Prinsip Penggunaan SPI

Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru,antara lain:
1.      Berorientasi pada pengembangan Intelektual
      Tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir,dengan demikian,strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga juga berorientasi pada proses belajar.

2.      Prinsip interaksi
      Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar,tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri.
3.      Prinsipbertanya
      Peran guru yang harus dilakukan dalam SPI adalah guru sebagai penya.Oleh sebab itu kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.
4.      Prinsip Belajar Untuk Berpikir
      Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta,akan tetapi belajar adalah proses berpikir.Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
5.Prinsip Keterbukaan
      Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan,segala sesuatu mungkin saja terjadi.Oleh sebab itu anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan kemampuan perkembangan logika dan nalarnya.

C. KONSEP DASAR PEMBELAJARAN INKUIRI
1.      menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar (siswa: subjek).
    1. seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri sehingga muncul sikap percaya diri (self belief), menempatkan guru sebagai fasilitator bukan sumber belajar.
    2. tujuannya: mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis (mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental).
Langkah Pelaksanaan SPI
Secara umum proses pembelajaran SPI dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Orientasi
2.      Merumuskan masalah
3.      Mengajukan hipotesis
4.      Mengumpulkan data
5.      Menguji hipotesis
6.      Merumuskan kesimpulan



1, Orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsip.Pada langkah ini guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran.
 
·         Menjelaskan topic,tujuan dan hasil hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa,
·         Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan
·         Menjelaskan pentingnya topic dan kegiatan belajar

2.Merumuskan masalah, merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah:
·         masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa
·          masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki dan jawabannya pasti
·         konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.
3.Merumuskan Hipotesis,adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji.Sebagai jawaban sementara,hipotesis perlu diuji kebenarannya.
4.Mengumpulkan data, adalah aktivtas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
5.Menguji hipotesis, adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.

6.Merumuskan kesimpulan,proses mendiskripsikan temuan yang diperolah berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

D.    KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI
Keunggulan inkuiri:
  1. SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
  2. SPI dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengangayabelajar mereka.
  3. SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  4. Strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata – rata.
Kelemahan inkuiri:
  1. Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan selit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  2. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  3. Kadang – kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
  4. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka SPI akan sukit diimplementasikan oleh setiap guru.

E.     HASIL PEMBELAJARAN INKUIRI DI SEKOLAH
                        Metode pembelajaran inkuiri di sekolah guru hanya menjadi fasilitator bagi siswa, dan siswa yang menjadi objek pembelajaran. Dimana guru yang memberikan masalah, pemecahan, dan kemudian siswa yang mencarai darimana datangnya pemecahan masalah tersebut, sehingga memiliki hasil yang pasti. 
Metode ini memiliki sisi positif ataupun negative jika dinilai dari segi siswa.  Jika kita mengkaji sisi positif, siswa bisa berdiskusi dengan teman sebaya jika siswa takut berdiskusi atau meananyakan sesuatu yang tidak dipahaminya kepada guru.
                        Namun, jika dinilai dari sisi negatifnya, system pembelajaran secara berkelompok ini akan mempuat siswa kebanyakan hanya menggunakan waktu untung berbincang-bincang diluar pelajaran.
                        Untuk menghindari sisi negative tersebut, guru tetap berperan dalam proses pembelajaran, dimana guru tetap mengontrol siswa dengan cara bertanya kepada siswa, sehingga siswa akan terus berusaha menemukan jawaban.
                        Sejauh ini siswa sangat menyukai system pembelajaran seperti ini.









BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Sistem Pembelajaran Inkuiri : rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Meteri pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berprran sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.
Keunggulan inkuiri:
ü  SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna
           Kelemahan inkuiri:
ü  Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan selit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa









DAFTAR PUSTAKA

Sanjaya,Wina.2007.Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses pendidikan.Jakarta:Kencana,Prenada Media Group.
http:www.wikipedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar